Arsenal Dianggap Tak Berniat Jadi Juara, Mainnya di “Gigi 2”
Legenda Arsenal, Paul Merson, melontarkan kritik tajam kepada para pemain The Gunners usai hasil imbang 2-2 melawan Wolverhampton Wanderers.
Arsenal gagal mempertahankan keunggulan dua gol dan harus puas berbagi angka dengan tim papan bawah tersebut. Meski masih memimpin klasemen Premier League dengan keunggulan lima poin, posisi mereka belum sepenuhnya aman. Pasalnya, pesaing terdekat, Manchester City, masih memiliki satu pertandingan lebih sedikit.
Berbicara di Sky Sports, Merson menegaskan bahwa peluang Arsenal untuk menjadi juara sangat bergantung pada konsistensi hingga akhir musim. Ia mengingatkan bahwa jika Manchester City mampu menyapu bersih sisa laga mereka, gelar bisa saja berpindah tangan.
“Kalau Man City memenangkan semua pertandingan mereka mulai sekarang, mereka akan jadi juara. Jadi ya, ini hasil yang mengecewakan,” ujar Merson.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa setiap kehilangan poin dapat berakibat fatal dalam persaingan ketat menuju tangga juara.
Kritik soal Intensitas dan Mentalitas
Merson secara khusus menyoroti cara bermain Arsenal yang dinilainya terlalu santai ketika sudah unggul. Menurutnya, The Gunners tampil seolah bermain di “gigi dua” dan baru menunjukkan urgensi setelah Wolves menyamakan kedudukan.
“Anda tidak bisa bermain di gigi dua. Saat skor jadi 2-2 baru terlihat urgensi, semua pemain mulai berlari. Anda tidak bisa bermain seperti itu. Setiap pertandingan sekarang adalah final sampai akhir musim,” tegasnya.
Ia menilai Arsenal seharusnya mampu mengunci pertandingan lebih cepat jika mempertahankan tempo tinggi sejak awal hingga peluit akhir.
Kehilangan Intensitas Jadi Masalah Utama
Menurut Merson, perbedaan tempo menjadi faktor utama yang memungkinkan Wolves kembali ke dalam pertandingan. Jika Arsenal bermain dengan kecepatan dan agresivitas penuh, tuan rumah diyakini tidak akan mampu mengimbangi.
“Kalau Arsenal bermain dengan tempo tinggi, Wolves tidak akan bisa hidup. Tapi kalau mereka bermain lambat dan malas, Wolves akan selalu punya peluang,” tambahnya.
Hasil imbang ini menjadi peringatan keras bagi skuad muda Arsenal bahwa perjalanan menuju gelar masih panjang. Dengan tekanan yang semakin besar dan ancaman nyata dari Manchester City, setiap pertandingan kini benar-benar menentukan arah perburuan trofi.
Merson pun mengingatkan bahwa kehilangan poin seperti ini bisa “menggigit balik” di akhir musim. Jika Arsenal ingin memastikan diri sebagai juara, mereka wajib menjaga standar permainan, intensitas, serta mentalitas juara di setiap menit laga tersisa.
.jpg)
Post a Comment