BRI SUPER LEAGUE NEWS

Breaking News Portal Olahraga

2/07/26

Kasus Bocah SD Meninggal Dunia di NTT, Polisi Dalami Penyebab Kematian dan Dugaan Bullying


Jakarta
– Kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait meninggalnya seorang bocah sekolah dasar berinisial Yohanes alias YBS di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Proses penyelidikan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut, termasuk menelusuri adanya dugaan perundungan (bullying) di lingkungan sekitar korban.

Penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dengan meminta keterangan dari berbagai pihak, mulai dari keluarga, pihak sekolah, hingga saksi-saksi lain yang dinilai relevan. Langkah ini dilakukan guna memperoleh gambaran utuh dan objektif atas peristiwa yang terjadi.

Kepala Sekolah SD Negeri Rj, Maria Ngene, menyampaikan bahwa dirinya bersama sejumlah guru telah memenuhi panggilan kepolisian untuk memberikan keterangan.
“Iya, kami sudah memberikan keterangan kepada pihak kepolisian, termasuk beberapa guru kelas,” ujarnya, Sabtu (7/2/2026).

Dalam keterangannya kepada penyidik, pihak sekolah menegaskan tidak ditemukan adanya tindakan perundungan terhadap korban selama berada di lingkungan sekolah. Menurut Maria, korban dikenal memiliki hubungan yang baik dengan teman-teman sekelasnya.

“Saya pastikan tidak ada bullying di sekolah. Anak-anak di sini hidup sederhana, sebagian besar berasal dari keluarga petani, dan tidak ada budaya saling menghina atau merundung,” tegasnya.

Lebih lanjut, pihak sekolah menyebutkan bahwa Yohanes merupakan siswa yang berperilaku baik, ramah, dan tidak pernah terlibat masalah selama mengikuti kegiatan belajar mengajar.
“Dia anak yang baik, sopan, mudah bergaul, dan tidak pernah membuat keributan di sekolah,” tambahnya.

Polda NTT menegaskan bahwa penyelidikan akan terus dilakukan secara profesional, transparan, dan berlandaskan asas praduga tak bersalah. Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi serta menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.

Perkembangan lebih lanjut terkait hasil penyelidikan akan disampaikan secara resmi kepada publik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Putus Rantai Kelam Narkotika, Polres Metro Bekasi dan Jajaran Bergerak Cepat Ringkus Pengedar, Wujudkan Kabupaten Bekasi Bersih Narkoba

Putus Rantai Kelam Narkotika, Polres Metro Bekasi dan Jajaran Bergerak Cepat Ringkus Pengedar, Wujudkan Kabupaten Bekasi Bersih Narkoba

Setelah Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol. Sumarni melaksanakan Operasi Sikat dan Senyap di wilayah Kp. Kavling, Cikarang Utara dan berhasil mengamankan para pelaku, upaya pemberantasan peredaran obat keras ilegal kembali membuahkan hasil. Kali ini, jajaran Reskrim Polsek Cikarang Barat berhasil mengamankan seorang pria yang diduga menjual obat keras golongan G secara ilegal di sebuah toko yang berlokasi di Jalan Inspeksi Kali CBL RT 006 RW 010, Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung, Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 12.56 WIB.

Pengungkapan kasus tersebut dipimpin langsung Kapolsek Cikarang Barat, Kompol Dimmas Adhit Putranto, S.I.K., M.I.K., yang baru menjabat satu hari, bersama Kanit Reskrim AKP Engkus Kusnadi dan tim Opsnal Reskrim setelah menerima informasi dari masyarakat terkait adanya aktivitas transaksi obat keras ilegal di lokasi tersebut. Menindaklanjuti laporan warga, petugas segera melakukan pengecekan dan penggeledahan di lokasi yang dimaksud.


Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan ratusan butir obat keras tanpa izin edar, di antaranya 88 butir obat Eximer, 80 butir Tramadol, serta 145 butir obat Dobey Y. Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti lain berupa uang tunai sebesar Rp527.000, satu unit telepon genggam, gunting, serta rantai berikut gembok yang diduga berkaitan dengan aktivitas penjualan.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang terduga pelaku berinisial R.F. (25) yang selanjutnya dibawa ke Polsek Cikarang Barat untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyelidikan lebih lanjut.
Polsek Cikarang Barat menegaskan akan terus menindak tegas segala bentuk peredaran obat keras ilegal yang berpotensi merusak generasi muda serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Adu Gemerlap Skuad Bali United vs Persebaya: Penyerang Ganas Ketemu Tembok Kukuh

 



GianyarBali United dan Persebaya Surabaya akan saling berhadapan pada pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (7/2/2026). Kedua tim sama-sama mengusung misi kemenangan demi menjaga posisi di papan atas klasemen.

Bali United datang ke laga ini dengan tren yang belum sepenuhnya meyakinkan. Dalam tiga pertandingan terakhir, Serdadu Tridatu belum mampu meraih kemenangan. Mereka takluk 0-2 dari PSM Makassar, ditahan imbang Semen Padang dengan skor 3-3, lalu kembali menelan kekalahan dramatis 2-3 dari Persik Kediri.

Upaya Bali United untuk bangkit pun dipastikan tak mudah. Pasalnya, lawan yang dihadapi kali ini adalah Persebaya Surabaya, tim yang sedang berada dalam performa stabil.

Bajul Ijo tercatat belum tersentuh kekalahan dalam tiga laga terakhir. Mereka sukses meraih kemenangan 2-1 atas Madura United, menang meyakinkan 3-0 kontra PSIM Yogyakarta, serta bermain imbang 1-1 saat menghadapi Dewa United.

Menariknya, jika menilik kekuatan di atas kertas, Bali United sejatinya memiliki skuad yang lebih mentereng. Berdasarkan nilai pasar, Bali United memiliki market value sebesar Rp100,73 miliar dengan komposisi 10 pemain asing di dalam skuadnya. Sementara Persebaya berada di bawahnya dengan nilai pasar Rp76,48 miliar, meski diperkuat 11 pemain asing musim ini.

Perbedaan tersebut membuat duel di Gianyar diprediksi berlangsung menarik. Bali United dikenal dengan daya serang agresif dan barisan penyerang tajam, sementara Persebaya mengandalkan organisasi permainan solid serta lini pertahanan yang kerap tampil disiplin.

Dengan kondisi kedua tim saat ini, pertemuan Bali United vs Persebaya layak disebut sebagai adu penyerang ganas kontra tembok pertahanan kukuh. Siapa yang mampu memaksimalkan momentum akan berpeluang besar mengamankan tiga poin krusial di pekan ke-20 BRI Super League.


BRI Super League: Sergio Castel Datang, Persib Tak Akan Coret Pemain Asing

 

BRI Super League: Sergio Castel Datang, Persib Tak Akan Coret Pemain Asing


Bandung – Kehadiran striker asal Spanyol Sergio Castel di skuad Persib Bandung pada putaran kedua BRI Super League 2025/2026 dipastikan tidak akan berujung pada pencoretan pemain asing yang sudah ada.

Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengungkapkan bahwa keputusan merekrut Sergio Castel murni didasarkan pada kebutuhan tim, khususnya untuk mengantisipasi situasi darurat di lini depan. Meski saat ini Persib telah memiliki sejumlah penyerang asing seperti Ramon Tanque, Andrew Jung, dan Uilliam Baros, Bojan menilai tambahan striker tetap dibutuhkan.

Menurut pelatih asal Kroasia itu, Persib sempat berada dalam kondisi sulit ketika dua strikernya mengalami masalah kebugaran secara bersamaan, meski tidak tergolong cedera serius.

“Kami membawa Sergio Castel ke sini karena dalam satu momen kami sempat mengalami kondisi di mana dua striker kami, Ramon Tanque dan Andrew Jung, mengalami cedera. Memang tidak benar-benar cedera serius, tetapi tetap saja kami membutuhkan tambahan striker,” jelas Bojan Hodak di Bandung, Sabtu (7/2/2026).

Bojan menegaskan, kehadiran Sergio Castel justru memberikan opsi dan kedalaman skuad yang lebih baik bagi Persib dalam menghadapi padatnya jadwal serta ketatnya persaingan di papan atas klasemen.

Dengan tambahan striker berpengalaman seperti Sergio Castel, Persib berharap daya gedor tim semakin meningkat pada putaran kedua kompetisi, sekaligus menjaga konsistensi performa hingga akhir musim tanpa harus mengorbankan komposisi pemain asing yang sudah ada

BRI Super League: Hendri Susilo Akui Kemenangan Persib, tapi Soroti Kinerja Wasit

 

BRI Super League: Hendri Susilo Akui Kemenangan Persib, tapi Soroti Kinerja Wasit

Bandung – Malut United kembali menelan hasil pahit di lanjutan BRI Super League 2025/2026. Setelah sebelumnya tumbang 1-2 dari Bhayangkara FC di kandang sendiri, tim berjuluk Laskar Kie Raha itu kembali harus mengakui keunggulan tuan rumah Persib Bandung dengan skor 0-2 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (6/2/2026).

Dua gol kemenangan Maung Bandung lahir dari kaki Thom Haye dan Saddil Ramdani. Thom Haye membuka keunggulan Persib lewat eksekusi penalti pada menit ke-36. Sementara gol kedua dicetak Saddil Ramdani pada menit ke-87, tak lama setelah masuk sebagai pemain pengganti, dengan memanfaatkan kelengahan lini belakang Malut United dan menaklukkan kiper pengganti Angga Saputro.

Pelatih Malut United, Hendri Susilo, mengakui keunggulan Persib dalam laga tersebut. Ia menilai anak asuhnya telah berupaya memberikan perlawanan maksimal, meski hasil akhir belum berpihak.

“Saya pikir tim sudah berusaha maksimal dan memberikan perlawanan terbaik. Namun, malam ini kemenangan memang menjadi milik Persib,” ujar Hendri Susilo usai pertandingan.

Meski demikian, Hendri juga menyoroti kinerja perangkat pertandingan, khususnya wasit yang memimpin laga. Ia menilai terdapat sejumlah keputusan yang perlu mendapat evaluasi lebih lanjut.

“Hal yang juga perlu dievaluasi malam ini adalah wasit. Saya pikir banyak keputusan yang kurang tepat dari wasit,” tegasnya.

Kekalahan ini membuat Malut United mencatatkan dua hasil negatif secara beruntun, sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi Hendri Susilo dan staf pelatih untuk segera membenahi performa tim pada laga-laga berikutnya.

Sementara bagi Persib Bandung, kemenangan ini semakin mengukuhkan posisi mereka di papan atas klasemen dan menjaga momentum positif dalam persaingan menuju gelar juara BRI Super League musim ini.


ASIOP Launching Jersey dan Bus Baru 2026, Fakhri Husaini Resmi Jadi Direktur Teknik

 

ASIOP Launching Jersey dan Bus Baru 2026, Fakhri Husaini Resmi Jadi Direktur Teknik

Jakarta – ASIOP resmi meluncurkan jersey musim 2026 sekaligus memperkenalkan armada bus terbaru dalam sebuah acara yang digelar di ASIOP Stadium (ASTA), Cempaka Putih, Jakarta, Jumat (6/2/2026) malam WIB.

Agenda ini menjadi bagian dari penguatan identitas akademi melalui tema besar “Rise the World”, yang merepresentasikan arah dan visi ASIOP dalam mengembangkan pembinaan sepak bola usia muda agar mampu bersaing di level internasional.

Jersey musim 2026 merupakan hasil kolaborasi ASIOP dengan Mills, sementara kehadiran bus terbaru ditujukan untuk menunjang mobilitas serta meningkatkan fasilitas pendukung bagi pemain dan ofisial akademi. Rangkaian acara dikemas dalam konsep malam hari dengan sejumlah agenda, mulai dari peragaan jersey, pemutaran video peluncuran, hingga penampilan perdana bus operasional ASIOP.

Presiden ASIOP, Ade Prima Syarif, menegaskan bahwa peluncuran ini merupakan bagian dari visi jangka panjang akademi dalam mencetak pemain berkelas dunia.

“ASIOP Rise the World adalah cerminan mimpi dan harapan kami. Kami ingin anak-anak ASIOP tidak hanya bermimpi bermain di level dunia, tetapi juga mampu mengangkat nama Indonesia melalui prestasi. Dari ASIOP, kami ingin terus melahirkan pemain-pemain yang bisa berkontribusi nyata untuk Tim Nasional Indonesia,” ujar Ade.

Jejak Panjang Pembinaan Usia Muda

ASIOP dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam pembinaan pemain nasional. Sejumlah alumninya pernah dan masih memperkuat Timnas Indonesia di berbagai kelompok usia, seperti Achmad Jufriyanto, Andritany Ardhiyasa, Adam Alis, Syamsir Alam, Egy Maulana Vikri, hingga Ji Da Bin.

Menariknya, desain jersey ASIOP musim 2026 terinspirasi dari visual bus terbaru akademi, menciptakan keterkaitan identitas antara tim dan sarana pendukungnya. Pada bagian desain juga terdapat ilustrasi bus yang menampilkan momen selebrasi ASIOP saat menjuarai Gothia Cup 2016, salah satu pencapaian internasional terbesar akademi tersebut.

“Jersey ini adalah simbol kebanggaan. Tahun ini adalah perayaan 10 tahun ASIOP menjuarai Gothia Cup, sebuah pencapaian bersejarah sebagai akademi Indonesia pertama yang mampu menjadi juara dunia,” kata Ade.

Tahun 2026 juga menjadi momentum penting bagi ASIOP yang memasuki usia 29 tahun. Kehadiran bus terbaru disebut sebagai bagian dari fase pengembangan fasilitas akademi.

“Bus ini bukan sekadar alat transportasi, tetapi bagian dari komitmen kami untuk memberikan fasilitas terbaik. Setiap perjalanan anak-anak ASIOP adalah perjalanan menuju mimpi yang lebih besar,” tambah Ade.

Dapat Apresiasi Berbagai Pihak

CEO Sompo Insurance Indonesia, Eric Nemitz, menyampaikan apresiasi atas konsistensi ASIOP dalam membangun sistem pembinaan usia muda yang terstruktur dan berkelanjutan.

“Peluncuran jersey musim 2026 dan bus terbaru ini mencerminkan keseriusan ASIOP dalam membangun fondasi masa depan sepak bola Indonesia. Tema ini sejalan dengan visi Sompo untuk tumbuh bersama masyarakat dan memberi dampak positif,” ujarnya.

Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Digital, Ahmad Ridha Sabana, menilai kegiatan tersebut menunjukkan sinergi antara olahraga dan ekonomi kreatif.

“Mulai dari desain jersey, kolaborasi dengan industri apparel lokal, hingga pengelolaan acara yang kreatif, semua membuka peluang nilai tambah bagi ekosistem UMKM,” tuturnya.

Fakhri Husaini Resmi Bergabung

Dalam kesempatan tersebut, ASIOP juga memperkenalkan Fakhri Husaini, mantan pelatih Timnas Indonesia U-19 dan U-17, sebagai Direktur Teknik baru. Ia menggantikan Pedro Banuelos yang kini berperan sebagai Penasihat Teknis ASIOP.

“ASIOP adalah akademi dengan sejarah, prestasi, dan visi yang jelas. Tema ini bukan sekadar slogan, tetapi target nyata yang harus dicapai melalui proses pembinaan yang konsisten dan berkarakter,” ujar Fakhri.

Ia menegaskan fokusnya dalam membangun fondasi kuat pemain muda.

“Pembinaan usia muda adalah dasar sepak bola nasional. Di ASIOP, saya ingin membentuk pemain dengan karakter juara, pemahaman taktik modern, serta kecintaan terhadap proses. Dari sinilah pemain siap bersaing di level tertinggi akan lahir,” jelasnya.


Fabio Lefundes Berpeluang Ukir Sejarah Bersama Borneo FC di BRI Super League

 

Fabio Lefundes Berpeluang Ukir Sejarah Bersama Borneo FC di BRI Super League

Jika nasib baik berpihak, Fabio Lefundes berpeluang menorehkan tinta emas dalam sejarah Borneo FC sekaligus mencatat prestasi istimewa di kasta tertinggi sepak bola Indonesia, BRI Super League 2025/2026.

Pelatih asal Brasil berusia 53 tahun itu memang terbilang wajah anyar di tubuh Pesut Etam. Ditunjuk sebagai juru taktik menjelang bergulirnya musim, Fabio Lefundes sempat diragukan karena datang di tengah ekspektasi tinggi suporter Borneo FC. Namun, keraguan tersebut perlahan sirna berkat performa konsisten tim di bawah arahannya.

Tak butuh waktu lama bagi mantan pelatih Madura United dan Persita Tangerang itu untuk membentuk Borneo FC sebagai salah satu kontestan terkuat dalam perburuan gelar juara musim ini. Kombinasi permainan disiplin, agresivitas tinggi, serta keseimbangan antara lini belakang dan depan menjadi ciri khas racikan Lefundes.

Memasuki paruh kedua kompetisi, Borneo FC kini bertengger di posisi kedua klasemen sementara, tepat di bawah sang juara bertahan Persib Bandung. Jarak poin yang masih relatif tipis membuat peluang juara tetap terbuka lebar, terutama jika Pesut Etam mampu menjaga konsistensi hingga akhir musim.

Sebagai pengingat, Borneo FC mengawali musim dengan performa impresif. Dalam 11 pertandingan beruntun, skuad yang dipimpin Nadeo Argawinata itu tak tersentuh kekalahan. Catatan tersebut sempat mengantarkan Borneo FC kokoh di puncak klasemen, sebelum akhirnya posisi teratas direbut Persib Bandung dan Persija Jakarta secara bergantian.

Kini, dengan kompetisi memasuki fase krusial, tantangan terbesar Fabio Lefundes adalah menjaga fokus dan mentalitas tim di tengah tekanan persaingan papan atas. Jika mampu melewati rintangan tersebut, bukan tidak mungkin Lefundes akan dikenang sebagai pelatih yang membawa Borneo FC mencetak sejarah baru di BRI Super League.


Berita olahraga terbaru dan terpercaya: sepak bola Indonesia, Liga Inggris, Liga Champions, transfer pemain, jadwal, hasil, dan prediksi pertandingan setiap hari.

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook SDK

  • https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v9.0

Paul Munster Minta Bhayangkara FC Tetap Fokus Hadapi PSBS Biak pada Laga Penutup Musim BRI Super League 2025/2026

Yogyakarta — Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, menegaskan pentingnya menjaga fokus penuh menjelang pertandingan terakhir musim reguler B...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini


Categories

Postingan Populer

Popular Posts