BRI SUPER LEAGUE NEWS

Breaking News Portal Olahraga

2/22/26

IOC Sempat Ingin Selidiki Gianni Infantino setelah Hadiri Board of Peace Bentukan Donald Trump, tapi Dibatalkan

 

IOC Sempat Ingin Selidiki Gianni Infantino setelah Hadiri Board of Peace Bentukan Donald Trump, tapi Dibatalkan

Komite Olimpiade Internasional atau International Olympic Committee (IOC) sempat mempertimbangkan langkah penyelidikan terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, terkait dugaan potensi pelanggaran Piagam Olimpiade. Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan.

Isu ini mencuat setelah Infantino menghadiri pertemuan perdana The Board of Peace di Washington, D.C., Amerika Serikat. Forum tersebut dikaitkan dengan inisiatif yang melibatkan Presiden Amerika Serikat ke-45 dan ke-47, Donald Trump. Dalam acara itu, Infantino terlihat mengenakan topi merah bertuliskan “USA” dengan angka “45-47”, yang merujuk pada dua periode jabatan Trump yang tidak berurutan.

Kehadiran Infantino di tengah sejumlah tokoh politik memunculkan pertanyaan tentang netralitasnya sebagai pejabat olahraga internasional. Selain menjabat Presiden FIFA, Infantino juga merupakan anggota aktif IOC. Status ganda tersebut membuat setiap aktivitas publiknya berada dalam lingkup pengawasan Piagam Olimpiade, yang menekankan prinsip netralitas politik dan independensi organisasi olahraga.

Presiden IOC, Kirsty Coventry, mengaku awalnya tidak mengetahui keterlibatan seorang anggota IOC dalam acara tersebut.

“Saya tidak mengetahui bahwa ada anggota IOC yang berada di posisi utama dalam acara itu,” ujar Coventry, seperti dikutip dari The Athletic.

“Sekarang setelah Anda semua memberi tahu kami, kami akan kembali dan meninjaunya. Piagam IOC sangat jelas mengenai apa yang diharapkan dari para anggotanya. Kami akan meneliti dugaan penandatanganan dokumen tersebut,” jelasnya.

Pernyataan tersebut sempat mengindikasikan kemungkinan investigasi internal. Namun, IOC kemudian memutuskan untuk tidak melanjutkan proses penyelidikan formal terhadap Infantino.

Belum ada penjelasan rinci mengenai alasan pembatalan tersebut. Namun, sumber internal menyebut bahwa tidak ditemukan cukup dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran langsung terhadap Piagam Olimpiade.

Kasus ini kembali menyoroti batas tipis antara olahraga dan politik di panggung global. Sebagai pemimpin FIFA sekaligus anggota IOC, posisi Infantino memang berada dalam sorotan tajam setiap kali ia terlibat dalam forum yang bersinggungan dengan kepentingan politik.

Hingga kini, baik FIFA maupun Infantino belum mengeluarkan pernyataan resmi tambahan terkait polemik tersebut. Sementara itu, IOC menegaskan tetap berpegang pada prinsip netralitas dan integritas sebagai fondasi utama gerakan Olimpiade.

AS Roma Tanpa Paulo Dybala dan Matias Soule saat Hadapi Timnya Emil Audero

 

AS Roma Tanpa Paulo Dybala dan Matias Soule saat Hadapi Timnya Emil Audero

AS Roma akan menghadapi laga krusial kontra Cremonese pada pekan ke-26 Serie A 2025/2026 di Stadio Olimpico, Senin (23/02/2026) dini hari WIB.

Pertandingan ini menjadi momentum penting bagi Giallorossi dalam menjaga posisi empat besar. Tambahan tiga poin akan semakin memantapkan Roma di peringkat keempat klasemen sementara, terlebih rival dalam perebutan tiket Liga Champions, Juventus, terpeleset pada giornata ke-26 setelah gagal meraih hasil maksimal kontra Como.

Namun, Roma menghadapi tantangan serius. Pelatih Gian Piero Gasperini memastikan dua pemain bintang asal Argentina, Paulo Dybala dan Matias Soule, absen karena cedera.

“Tiga poin sangat penting besok, jadi kami harus memberikan yang terbaik. Dybala tidak tersedia, dia masih dalam proses pemulihan dan melakukan yang terbaik, tetapi masih merasa tidak nyaman,” ungkap Gasperini.

“Soule belum berlatih sepanjang minggu ini, jadi dia tidak akan tersedia. Semoga dia bisa kembali untuk pertandingan selanjutnya,” tambahnya.

Absennya dua kreator serangan ini jelas menjadi kehilangan besar bagi Roma, terutama dalam hal kreativitas dan penetrasi di sepertiga akhir lapangan.

Emil Audero Jadi Tembok Cremonese

Di sisi lain, Cremonese datang dengan kepercayaan diri karena memiliki penjaga gawang andalan, Emil Audero, yang juga memperkuat Timnas Indonesia. Performa Audero musim ini cukup konsisten dan berpotensi menjadi faktor penentu dalam laga tandang di Olimpico.

Roma dipastikan harus bekerja ekstra keras untuk membongkar pertahanan tim tamu tanpa kehadiran Dybala dan Soule.

Andalkan Ketajaman Donyell Malen

Kabar baik bagi Roma, mereka masih memiliki sosok tajam di lini depan, yakni Donyell Malen. Sejak bergabung, Malen langsung memberikan dampak signifikan dengan mencetak lima gol dalam lima laga pertamanya di Serie A.

Ketajaman tersebut membuat Gasperini optimistis.

“Saya pikir Serie A lebih sulit daripada liga lain, terutama untuk striker. Saya yakin dia bisa menjadi penentu dalam peran itu,” ujar Gasperini.

Produktivitas Malen akan menjadi tumpuan utama Roma dalam laga ini. Kecepatan dan insting golnya diharapkan mampu menutupi absennya dua pemain Argentina tersebut.

Misi Wajib Menang

Dengan persaingan empat besar yang semakin ketat, Roma tidak punya pilihan selain meraih kemenangan. Dukungan publik Olimpico akan menjadi energi tambahan untuk menjaga konsistensi di papan atas.

Namun, Cremonese bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Disiplin bertahan dan performa Audero di bawah mistar berpotensi menyulitkan tuan rumah.

Laga ini akan menjadi ujian kedalaman skuad Roma. Tanpa Dybala dan Soule, mampukah Giallorossi tetap tampil tajam dan mengamankan tiga poin penting dalam perburuan tiket Liga Champions? Semua akan terjawab di Stadio Olimpico.

Hasil Liga Italia: Comeback Dramatis, Atalanta Tikam Napoli di Menit Akhir

 

Hasil Liga Italia: Comeback Dramatis, Atalanta Tikam Napoli di Menit Akhir

Atalanta menunjukkan mental baja saat membalikkan keadaan untuk menundukkan Napoli dengan skor 2-1 pada giornata ke-26 Serie A 2025/2026. Duel panas yang digelar di Gewiss Stadium, Minggu (22/2/2026) malam WIB, diwarnai dua keputusan kontroversial yang memicu kemarahan kubu Partenopei.

Laga ini bukan sekadar pertarungan papan atas, tetapi juga adu taktik dua pelatih dengan karakter berbeda: Raffaele Palladino di kubu tuan rumah dan Antonio Conte bersama Napoli.

Napoli Unggul Lebih Dulu

Atalanta datang dengan kondisi kurang ideal setelah takluk 0-2 dari Borussia Dortmund pada play-off Liga Champions tengah pekan lalu. Beberapa pemain inti belum bisa diturunkan, membuat Palladino harus memutar otak.

Sebaliknya, Napoli yang sebelumnya bermain imbang 2-2 melawan AS Roma tetap tampil agresif meski dihantam badai cedera.

Tim tamu membuka keunggulan pada menit ke-18 melalui skema bola mati. Rasmus Hojlund dilanggar di area berbahaya dan menghasilkan tendangan bebas. Umpan terukur Miguel Gutierrez mengarah ke kotak penalti dan disambut sundulan tanpa kawalan Sam Beukema. Bek Napoli itu menanduk bola dari jarak dekat untuk membawa timnya unggul 1-0.

Gol tersebut membuat lini belakang Atalanta tampak goyah. Napoli bahkan sempat mencetak gol kedua lewat Alisson Santos, tetapi dianulir karena offside.

Drama Penalti dan VAR

Kontroversi pertama terjadi menjelang turun minum. Hojlund terjatuh setelah kontak dengan Isak Hien di kotak terlarang. Wasit Daniele Chiffi sempat menunjuk titik putih.

Namun, setelah melakukan on-field review melalui VAR, Chiffi membatalkan keputusannya. Tayangan ulang menunjukkan kontak minimal dan dinilai tidak cukup kuat untuk menghadiahkan penalti. Keputusan ini memicu protes keras dari kubu Napoli.

Kontroversi kedua hadir kurang dari semenit setelah babak kedua dimulai. Hojlund melewati Hien di sisi lapangan dan mengirim umpan tarik yang diselesaikan Gutierrez menjadi gol. Namun, wasit menganulirnya karena menilai terjadi tarikan ringan terhadap bek Atalanta dalam proses serangan. Napoli kembali merasa dirugikan.

Atalanta Bangkit

Alih-alih tertekan, Atalanta merespons dengan meningkatkan intensitas permainan. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-61. Sepak pojok Nicola Zalewski disambut sundulan tajam Mario Pasalic dari jarak dekat. Skor berubah menjadi 1-1 dan Gewiss Stadium bergemuruh.

Gol penyeimbang itu mengubah momentum. Atalanta tampil semakin percaya diri, sementara Napoli terlihat mulai kehilangan kontrol emosi akibat keputusan-keputusan sebelumnya.

Saat laga tampak akan berakhir imbang, Atalanta justru melancarkan tikaman terakhir di menit-menit akhir pertandingan. Serangan cepat dari sisi kanan berujung penyelesaian klinis yang memastikan comeback sempurna tuan rumah sekaligus mengunci kemenangan 2-1.

Dampak pada Klasemen

Hasil ini membuat Atalanta menjaga asa dalam perburuan posisi papan atas Serie A musim ini. Tiga poin krusial tersebut juga menjadi respons ideal setelah kekalahan di kompetisi Eropa.

Sebaliknya, Napoli harus menelan kekecewaan ganda: kehilangan poin penting dan merasa dirugikan oleh dua keputusan kontroversial. Protes terhadap kepemimpinan wasit dipastikan akan menjadi bahan perdebatan panjang pascalaga.

Comeback ini menegaskan satu hal: Atalanta belum habis. Di tengah tekanan dan badai cedera, mereka menunjukkan karakter kuat—dan menghukum Napoli dengan cara paling menyakitkan, di menit akhir.

Berita olahraga terbaru dan terpercaya: sepak bola Indonesia, Liga Inggris, Liga Champions, transfer pemain, jadwal, hasil, dan prediksi pertandingan setiap hari.

Diberdayakan oleh Blogger.

Facebook SDK

  • https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v9.0

Paul Munster Minta Bhayangkara FC Tetap Fokus Hadapi PSBS Biak pada Laga Penutup Musim BRI Super League 2025/2026

Yogyakarta — Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, menegaskan pentingnya menjaga fokus penuh menjelang pertandingan terakhir musim reguler B...

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini


Categories

Postingan Populer

Popular Posts