Header Ads

IOC Sempat Ingin Selidiki Gianni Infantino setelah Hadiri Board of Peace Bentukan Donald Trump, tapi Dibatalkan

 

IOC Sempat Ingin Selidiki Gianni Infantino setelah Hadiri Board of Peace Bentukan Donald Trump, tapi Dibatalkan

Komite Olimpiade Internasional atau International Olympic Committee (IOC) sempat mempertimbangkan langkah penyelidikan terhadap Presiden FIFA, Gianni Infantino, terkait dugaan potensi pelanggaran Piagam Olimpiade. Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan.

Isu ini mencuat setelah Infantino menghadiri pertemuan perdana The Board of Peace di Washington, D.C., Amerika Serikat. Forum tersebut dikaitkan dengan inisiatif yang melibatkan Presiden Amerika Serikat ke-45 dan ke-47, Donald Trump. Dalam acara itu, Infantino terlihat mengenakan topi merah bertuliskan “USA” dengan angka “45-47”, yang merujuk pada dua periode jabatan Trump yang tidak berurutan.

Kehadiran Infantino di tengah sejumlah tokoh politik memunculkan pertanyaan tentang netralitasnya sebagai pejabat olahraga internasional. Selain menjabat Presiden FIFA, Infantino juga merupakan anggota aktif IOC. Status ganda tersebut membuat setiap aktivitas publiknya berada dalam lingkup pengawasan Piagam Olimpiade, yang menekankan prinsip netralitas politik dan independensi organisasi olahraga.

Presiden IOC, Kirsty Coventry, mengaku awalnya tidak mengetahui keterlibatan seorang anggota IOC dalam acara tersebut.

“Saya tidak mengetahui bahwa ada anggota IOC yang berada di posisi utama dalam acara itu,” ujar Coventry, seperti dikutip dari The Athletic.

“Sekarang setelah Anda semua memberi tahu kami, kami akan kembali dan meninjaunya. Piagam IOC sangat jelas mengenai apa yang diharapkan dari para anggotanya. Kami akan meneliti dugaan penandatanganan dokumen tersebut,” jelasnya.

Pernyataan tersebut sempat mengindikasikan kemungkinan investigasi internal. Namun, IOC kemudian memutuskan untuk tidak melanjutkan proses penyelidikan formal terhadap Infantino.

Belum ada penjelasan rinci mengenai alasan pembatalan tersebut. Namun, sumber internal menyebut bahwa tidak ditemukan cukup dasar untuk menyimpulkan adanya pelanggaran langsung terhadap Piagam Olimpiade.

Kasus ini kembali menyoroti batas tipis antara olahraga dan politik di panggung global. Sebagai pemimpin FIFA sekaligus anggota IOC, posisi Infantino memang berada dalam sorotan tajam setiap kali ia terlibat dalam forum yang bersinggungan dengan kepentingan politik.

Hingga kini, baik FIFA maupun Infantino belum mengeluarkan pernyataan resmi tambahan terkait polemik tersebut. Sementara itu, IOC menegaskan tetap berpegang pada prinsip netralitas dan integritas sebagai fondasi utama gerakan Olimpiade.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.