Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, menyampaikan penghargaan atas keberanian manajemen Persebaya mengambil keputusan tersebut. Menurutnya, langkah ini menjadi sinyal positif bagi upaya membangun budaya sepak bola yang sehat, aman, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.
“PSSI menghormati dan mengapresiasi langkah yang diambil Persebaya. Respons positif seperti ini sangat baik dan menunjukkan komitmen kuat dari klub untuk menjaga marwah sepak bola Indonesia,” ujar Arya Sinulingga.
Ia menambahkan, tindakan tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi klub-klub lain di kompetisi nasional agar bersama-sama menolak segala bentuk ujaran kebencian, provokasi, serta penggunaan petasan di dalam stadion.
“Persebaya sudah memulai sebuah gerakan penting. Kami berharap langkah ini dapat menginspirasi klub lain serta para suporter di berbagai daerah untuk bersama-sama menolak rasisme, ujaran kebencian, dan tindakan yang mengganggu keamanan pertandingan,” lanjutnya.
PSSI juga menegaskan bahwa keputusan penutupan Tribun Utara tersebut merupakan inisiatif internal manajemen Persebaya dan bukan merupakan sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Kebijakan itu diumumkan secara resmi oleh Persebaya melalui akun media sosial klub pada 5 Maret 2026.
Langkah tersebut diambil setelah manajemen Persebaya melakukan rapat koordinasi bersama pihak kepolisian dan sejumlah pemangku kepentingan terkait keamanan pertandingan.
Keputusan ini dipicu oleh insiden yang terjadi pada laga kandang Persebaya melawan Persib Bandung pada 2 Maret 2026, yang diwarnai provokasi verbal bernada ujaran kebencian serta penyalaan petasan secara masif di Tribun Utara stadion.
Manajemen Persebaya menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan seluruh suporter yang hadir di stadion, sekaligus menjaga nilai-nilai sportivitas, saling menghormati, dan kemanusiaan dalam sepak bola.
Penutupan Tribun Utara akan mulai diberlakukan pada pertandingan kandang Persebaya melawan Persita Tangerang yang dijadwalkan berlangsung pada 4 April 2026 di Stadion Gelora Bung Tomo.
PSSI berharap seluruh elemen sepak bola nasional—mulai dari klub, pemain, ofisial, hingga suporter—dapat terus bekerja sama menciptakan atmosfer pertandingan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk diskriminasi serta tindakan yang membahayakan keselamatan bersama.
— PSSI —
Post a Comment