Header Ads

Persijap Legawa Dijatuhi Sanksi Berat oleh Komdis PSSI Buntut Kericuhan Suporter di Derby Jateng

 

Manajemen Persijap Jepara akhirnya angkat bicara terkait sanksi berat yang dijatuhkan oleh Komisi Disiplin PSSI setelah terjadinya insiden kericuhan antarsuporter pada laga melawan Persis Solo dalam pekan ke-24 BRI Super League musim 2025/2026.

Pertandingan derby Jawa Tengah yang digelar di Stadion Gelora Bumi Kartini pada Kamis (5/3/2026) malam WIB itu diwarnai insiden saling lempar antara suporter kedua tim. Situasi yang memanas di tribun membuat laga tersebut meninggalkan catatan buruk bagi sepak bola nasional.

Setelah melakukan investigasi dan menggelar sidang disiplin, Komdis PSSI akhirnya menjatuhkan sejumlah hukuman kepada Persijap Jepara sebagai tuan rumah pertandingan.

Kronologi Kericuhan di Stadion

Kericuhan bermula ketika suporter dari kedua tim yang berada di area tribun VIP Barat terlibat aksi saling ejek. Ketegangan yang terjadi di antara kelompok suporter tersebut kemudian meningkat menjadi aksi saling lempar benda.

Situasi di stadion pun menjadi tidak kondusif. Petugas keamanan dan panitia penyelenggara berupaya mengendalikan keadaan, namun tensi pertandingan yang tinggi membuat insiden tersebut sulit diredam dalam waktu singkat.

Selain aksi saling lempar antar suporter, kericuhan juga berdampak pada keamanan di sekitar stadion. Beberapa fasilitas mengalami kerusakan, bahkan kendaraan milik perangkat pertandingan turut menjadi sasaran amukan massa.

Akibat insiden tersebut, rombongan tim Persis Solo sempat tertahan di dalam stadion selama kurang lebih empat jam. Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan para pemain dan ofisial tim tamu hingga situasi di luar stadion kembali aman.

Panpel Dinilai Gagal Antisipasi

Dalam keputusan resminya, Komdis PSSI menilai Panitia Penyelenggara pertandingan dari Persijap Jepara tidak mampu mengantisipasi kehadiran suporter Persis Solo yang datang langsung ke stadion.

Padahal, laga antara Persijap dan Persis merupakan derby regional yang memiliki rivalitas tinggi sehingga membutuhkan pengamanan ekstra.

Karena dinilai lalai dalam mengantisipasi potensi kericuhan tersebut, panitia penyelenggara pertandingan dijatuhi denda sebesar Rp25 juta.

Sanksi ini diberikan sebagai bentuk tanggung jawab panitia atas penyelenggaraan pertandingan yang dinilai tidak berjalan sesuai standar keamanan yang telah ditetapkan oleh federasi.

Persijap Didenda karena Gangguan Keamanan

Selain hukuman kepada panitia penyelenggara, Komdis PSSI juga menjatuhkan sanksi kepada Persijap Jepara sebagai klub tuan rumah.

Dalam putusannya, Komdis menyatakan bahwa Persijap gagal menjalankan tanggung jawab dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama pertandingan berlangsung.

Kegagalan tersebut dinilai menyebabkan terganggunya keamanan dan kenyamanan perangkat pertandingan serta tim tamu.

Perusakan kendaraan milik perangkat pertandingan serta situasi yang membuat tim Persis Solo harus bertahan di dalam stadion selama beberapa jam menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penjatuhan sanksi.

Akibat pelanggaran tersebut, Persijap Jepara dijatuhi denda tambahan sebesar Rp40 juta.

Lemparan ke Arah Perangkat Pertandingan

Tidak hanya itu, Persijap juga menerima sanksi lain akibat perilaku suporter yang melakukan pelemparan ke arah perangkat pertandingan setelah laga usai.

Menurut laporan resmi dalam hasil sidang Komdis PSSI, insiden tersebut terjadi ketika perangkat pertandingan sedang berjalan menuju lorong pemain atau tunnel stadion.

Aksi pelemparan tersebut dilakukan oleh suporter Persijap yang berada di tribun Barat.

“Setelah pertandingan berakhir, terjadi pelemparan ke arah perangkat pertandingan yang sedang menuju tunnel yang dilakukan suporter Persijap Jepara dari Tribune Barat. Denda Rp30 juta,” demikian bunyi salinan keputusan Komdis PSSI.

Insiden ini dinilai mencoreng semangat sportivitas dalam sepak bola serta membahayakan keselamatan perangkat pertandingan yang bertugas.

Sanksi Terberat: Tanpa Penonton Lima Laga

Dari seluruh hukuman yang dijatuhkan, sanksi paling berat yang harus diterima Persijap Jepara adalah larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton.

Keputusan ini diambil setelah Komdis PSSI mempertimbangkan adanya kerusuhan besar yang menyebabkan kerusakan fasilitas stadion serta kendaraan perangkat pertandingan.

Dalam laporan sidang disebutkan bahwa kericuhan terjadi antara suporter Persijap di tribun VIP Barat bagian tengah dengan suporter Persis Solo di tribun VIP Barat bagian selatan.

“Terjadi kerusuhan saling ejek dan saling melakukan pelemparan antara suporter Persijap Jepara di Tribune VIP Barat (tengah) dengan suporter Persis Solo di Tribune VIP Barat (selatan),” tulis laporan tersebut.

Akibat kejadian tersebut, Persijap dikenai denda sebesar Rp100 juta serta larangan menggelar pertandingan kandang dengan penonton sebanyak lima laga.

Sanksi ini tentu menjadi pukulan berat bagi tim berjuluk Laskar Kalinyamat tersebut.

Dampak Besar bagi Persijap

Larangan menggelar pertandingan dengan penonton jelas membawa dampak signifikan bagi Persijap Jepara.

Selain kehilangan dukungan langsung dari suporter di stadion, klub juga berpotensi mengalami kerugian finansial akibat berkurangnya pemasukan dari penjualan tiket pertandingan.

Padahal, dukungan suporter selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Persijap ketika bermain di kandang sendiri.

Catatan kandang Persijap dalam beberapa pertandingan terakhir juga menunjukkan performa yang cukup positif.

Dari empat laga kandang terakhir sebelum insiden tersebut, Persijap mampu mencatatkan tiga kemenangan dan satu hasil imbang.

Rangkaian hasil positif itu membantu mereka keluar dari zona degradasi klasemen sementara BRI Super League musim 2025/2026.

Dengan adanya sanksi tersebut, Persijap harus mencari cara agar tetap mampu menjaga performa tim meskipun bermain tanpa dukungan langsung dari para pendukungnya.

Sikap Legawa Manajemen Persijap

Meskipun sanksi yang dijatuhkan cukup berat, manajemen Persijap Jepara memilih untuk menerima keputusan tersebut dengan sikap legawa.

Dalam pernyataan resmi klub, manajemen menyatakan menghormati keputusan Komdis PSSI yang dijatuhkan berdasarkan regulasi yang berlaku.

Pihak klub juga berharap kejadian ini dapat menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak, termasuk suporter, panitia penyelenggara, serta klub itu sendiri.

“Persijap menghormati keputusan PSSI sesuai aturan yang berlaku. Kami berharap ini bisa menjadi pembelajaran bersama,” tulis pernyataan resmi klub.

Manajemen juga mengajak seluruh suporter untuk kembali mendukung tim secara positif dan bertanggung jawab.

Harapan Perdamaian Derby Jateng

Persijap Jepara dan Persis Solo sama-sama merupakan klub kebanggaan masyarakat Jawa Tengah yang memiliki sejarah panjang dalam dunia sepak bola Indonesia.

Rivalitas antara kedua tim memang sudah berlangsung lama, namun manajemen Persijap berharap rivalitas tersebut tetap berjalan dalam semangat sportivitas.

Klub berharap hubungan antara suporter kedua tim dapat kembali membaik di masa mendatang.

“Sejatinya, kedua tim bersaudara dan sama-sama saling mendukung kemajuan sepak bola daerah, khususnya Jawa Tengah,” lanjut pernyataan klub.

Pesan tersebut menjadi ajakan agar rivalitas yang ada tetap berada dalam koridor positif demi kemajuan sepak bola nasional.

Fokus Bangkit di Sisa Musim

Di tengah situasi yang tidak mudah ini, Persijap Jepara tetap berusaha fokus menghadapi sisa pertandingan musim ini.

Perjuangan untuk bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia masih menjadi prioritas utama bagi Laskar Kalinyamat.

Manajemen berharap seluruh elemen tim, mulai dari pemain, pelatih, hingga suporter, dapat bersatu untuk menghadapi tantangan yang ada.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan positif dari para pendukung, Persijap optimistis mampu melewati masa sulit ini dan terus berjuang di kompetisi BRI Super League.

Insiden yang terjadi di derby Jawa Tengah diharapkan menjadi pelajaran penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang, sehingga sepak bola Indonesia dapat berkembang dalam suasana yang lebih aman dan kondusif.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.