Madura United Lepas Carlos Parreira, Pelatih Baru Akan Diumumkan Selepas Idulfitri
Madura, Jawa Timur – Manajemen Madura United FC secara resmi mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan pelatih kepala Carlos Parreira. Keputusan tersebut diambil setelah melalui proses evaluasi menyeluruh terhadap performa tim dalam beberapa pertandingan terakhir di kompetisi BRI Super League musim 2025/2026.
Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Manajer Madura United, Umar Wachdin, menjelang perayaan Idulfitri. Manajemen menyatakan bahwa keputusan ini merupakan langkah strategis untuk memperbaiki performa tim yang dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan tren penurunan signifikan.
Evaluasi Menyeluruh Manajemen
Dalam keterangan resminya, Umar Wachdin menjelaskan bahwa keputusan berpisah dengan Carlos Parreira bukanlah keputusan yang diambil secara tergesa-gesa. Manajemen telah melakukan serangkaian evaluasi terhadap performa tim, baik dari sisi hasil pertandingan maupun dinamika di dalam tim.
Menurutnya, hasil yang diraih oleh skuad Madura United dalam beberapa pertandingan terakhir tidak memenuhi ekspektasi yang telah ditetapkan sejak awal musim.
"Performa tim yang terus menurun dalam beberapa pertandingan terakhir membuat manajemen mengambil keputusan dengan cepat setelah melakukan evaluasi menyeluruh," ujar Umar Wachdin dalam pernyataan resmi klub.
Ia menambahkan bahwa manajemen dan pelatih telah berdiskusi secara terbuka mengenai situasi yang sedang dihadapi tim. Dalam proses tersebut, Carlos Parreira menunjukkan sikap profesional dan menerima keputusan manajemen dengan lapang dada.
"Coach Carlos Parreira dinilai bertanggung jawab atas hasil yang belum sesuai harapan dan beliau menyatakan kesediaannya untuk mundur dari kursi kepelatihan," lanjut Umar.
Catatan Hasil Kurang Memuaskan
Sepanjang masa kepemimpinannya, Carlos Parreira menghadapi tantangan besar dalam menjaga konsistensi performa tim. Dalam 14 pertandingan terakhir yang dipimpin oleh pelatih asal Brasil tersebut, Madura United hanya mampu meraih satu kemenangan.
Hasil tersebut tentu jauh dari target yang diharapkan oleh manajemen maupun para pendukung setia klub yang dikenal dengan sebutan Laskar Sapeh Kerrab.
Lebih memprihatinkan lagi, dari 14 laga tersebut, sembilan pertandingan harus berakhir dengan kekalahan. Rentetan hasil negatif ini membuat posisi Madura United di klasemen sementara BRI Super League semakin tertekan hingga terjebak di zona merah.
Situasi ini menjadi perhatian serius manajemen klub. Dengan persaingan kompetisi yang semakin ketat, setiap poin menjadi sangat penting untuk menjaga peluang bertahan di papan klasemen yang aman.
Karena itu, manajemen menilai bahwa perubahan di sektor kepelatihan merupakan langkah yang perlu diambil demi memperbaiki situasi tim secara keseluruhan.
Respons Suporter Jadi Pertimbangan
Selain faktor performa di lapangan, suara para suporter juga menjadi salah satu pertimbangan manajemen dalam mengambil keputusan ini.
Dalam beberapa pekan terakhir, dukungan sekaligus kritik dari para pendukung Madura United terus mengalir. Banyak suporter yang berharap adanya evaluasi besar terhadap tim, termasuk pada posisi pelatih kepala.
Manajemen menyadari bahwa suporter merupakan bagian penting dalam perjalanan klub. Aspirasi yang disampaikan oleh para pendukung pun menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan arah kebijakan tim.
"Manajemen bergerak cepat mengambil langkah ini sekaligus menjawab harapan para suporter yang menginginkan adanya evaluasi menyeluruh terhadap tim," jelas Umar Wachdin.
Dengan langkah ini, manajemen berharap dapat memulihkan kepercayaan publik serta mengembalikan semangat juang para pemain di sisa kompetisi musim ini.
Profesionalisme Carlos Parreira
Madura United juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi yang telah diberikan oleh Carlos Parreira selama memimpin tim.
Meski hasil yang diperoleh belum sesuai dengan harapan, manajemen tetap menghargai kerja keras serta kontribusi yang telah diberikan oleh pelatih asal Brasil tersebut.
Selama berada di Madura United, Parreira dikenal sebagai sosok pelatih yang disiplin dan memiliki komitmen tinggi terhadap pengembangan tim. Ia juga berusaha membangun fondasi permainan yang kompetitif meskipun menghadapi berbagai tantangan di tengah perjalanan musim.
Manajemen berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat tetap terjaga meskipun kerja sama secara profesional telah berakhir.
Kursi Pelatih Tidak Akan Lama Kosong
Seiring dengan keputusan tersebut, Madura United memastikan bahwa posisi pelatih kepala tidak akan dibiarkan kosong terlalu lama.
Saat ini kompetisi BRI Super League sedang memasuki masa jeda karena libur Idulfitri serta agenda FIFA Matchday. Situasi ini dimanfaatkan manajemen untuk melakukan restrukturisasi dan mencari sosok pelatih baru yang dianggap tepat untuk memimpin tim.
Sambil menunggu proses penunjukan pelatih baru, manajemen kembali menunjuk Rakhmad Basuki sebagai pelatih caretaker.
Rakhmad Basuki akan bertugas memimpin latihan tim serta menjaga kondisi para pemain selama masa jeda kompetisi.
Penunjukan ini bukanlah hal baru, karena sebelumnya Rakhmad Basuki juga pernah dipercaya mengisi posisi sementara ketika terjadi perubahan di kursi kepelatihan.
Pelatih Baru Akan Diumumkan Setelah Idulfitri
Manajemen Madura United memastikan bahwa proses pencarian pelatih baru sedang berlangsung. Sejumlah nama disebut telah masuk dalam daftar kandidat yang sedang dipertimbangkan oleh manajemen klub.
Meski demikian, manajemen belum ingin mengungkap identitas calon pelatih tersebut kepada publik. Pengumuman resmi direncanakan akan dilakukan setelah perayaan Idulfitri.
"Manajemen tidak ingin terburu-buru dalam menentukan pilihan. Kami ingin memastikan bahwa pelatih baru yang datang benar-benar mampu membawa perubahan positif bagi tim," ujar Umar.
Ia menambahkan bahwa pelatih baru diharapkan mampu memperbaiki performa tim sekaligus membangun kembali kepercayaan diri para pemain.
"Dalam waktu dekat manajemen akan segera mencari pelatih baru yang diharapkan mampu menyetel kembali kondisi tim dan membawa performa tim kembali ke jalur yang lebih baik," pungkasnya.
Fokus Bangkit di Sisa Musim
Dengan sisa pertandingan yang masih cukup banyak di musim ini, Madura United masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Manajemen berharap perubahan di kursi kepelatihan dapat menjadi momentum kebangkitan bagi tim. Para pemain juga diharapkan mampu menunjukkan semangat baru ketika kompetisi kembali bergulir setelah masa jeda.
Selain itu, manajemen juga menekankan pentingnya solidaritas di dalam tim agar Madura United dapat kembali tampil kompetitif.
Perjalanan musim ini memang tidak mudah bagi Laskar Sapeh Kerrab. Namun dengan kerja keras seluruh elemen tim—mulai dari manajemen, pelatih, pemain, hingga suporter—harapan untuk bangkit tetap terbuka lebar.
Harapan untuk Masa Depan
Perubahan dalam dunia sepak bola merupakan hal yang lumrah terjadi, terutama ketika sebuah tim sedang menghadapi masa sulit.
Keputusan berpisah dengan Carlos Parreira menjadi salah satu langkah penting yang diambil oleh Madura United untuk memperbaiki arah perjalanan tim di musim ini.
Manajemen berharap langkah ini dapat menjadi awal dari fase baru yang lebih positif bagi klub.
Dengan hadirnya pelatih baru nanti, Madura United diharapkan mampu kembali menunjukkan identitas permainan yang kuat serta meraih hasil yang lebih baik di kompetisi BRI Super League.
Para suporter pun tentu menantikan kabar baik tersebut setelah perayaan Idulfitri, ketika manajemen secara resmi mengumumkan sosok pelatih baru yang akan memimpin Laskar Sapeh Kerrab.
Sementara itu, seluruh elemen klub akan terus bekerja keras selama masa jeda kompetisi untuk mempersiapkan tim menghadapi tantangan di sisa musim.
Madura United percaya bahwa dengan kebersamaan dan tekad yang kuat, tim ini mampu bangkit dan kembali bersaing di level tertinggi sepak bola nasional

Post a Comment