Header Ads

Libur Idulfitri, Pelatih Imran Nahumarury Ingatkan Disiplin Pemain Semen Padang

 

Klub BRI Super League, Semen Padang FC, tidak ingin kehilangan momentum meski kompetisi memasuki jeda libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Di bawah arahan pelatih Imran Nahumarury, Kabau Sirah tetap fokus menjaga kondisi fisik para pemain agar tetap prima saat kompetisi kembali bergulir.

Langkah ini dinilai krusial mengingat Semen Padang masih memiliki sembilan pertandingan tersisa yang akan sangat menentukan nasib mereka di akhir musim. Dengan posisi yang belum aman di klasemen, setiap detail persiapan menjadi sangat penting, termasuk menjaga kebugaran selama masa libur.

Program Latihan Mandiri Jadi Kunci

Pelatih Imran Nahumarury menegaskan bahwa tim pelatih telah menyiapkan program latihan mandiri yang harus dijalankan oleh seluruh pemain selama libur. Program tersebut disusun secara matang bersama staf pelatih, termasuk asisten pelatih fisik Asep Suryadi.

Menurut Imran, kedisiplinan pemain dalam menjalankan program ini akan sangat menentukan kondisi tim saat kembali berkumpul.

“Kami sudah diskusi dengan staf pelatih soal kegiatan para pemain selama libur Idulfitri. Pelatih fisik telah menyusun dan pemain harus disiplin menjalankan program tersebut,” ujar Imran.

Program ini dirancang agar para pemain tetap aktif dan tidak mengalami penurunan kondisi fisik yang signifikan selama masa jeda kompetisi.

Fokus pada Kekuatan dan Ketahanan

Dalam penjelasannya, Imran Nahumarury menyebutkan bahwa program latihan mandiri lebih difokuskan pada dua aspek utama, yakni kekuatan (strength) dan daya tahan (endurance).

Hal ini bukan tanpa alasan. Dalam kompetisi yang padat seperti BRI Super League, kondisi fisik menjadi faktor penentu performa tim di lapangan. Ketahanan tubuh yang baik memungkinkan pemain tampil konsisten sepanjang pertandingan, sementara kekuatan fisik membantu mereka dalam duel-duel penting.

“Program ditekankan pada ketahanan dan kekuatan fisik. Saya yakin sebagai pemain profesional mereka paham apa yang harus dilakukan dalam latihan mandiri di rumah masing-masing,” tambahnya.

Para pemain diharapkan tetap menjaga rutinitas latihan meski berada di lingkungan keluarga saat merayakan Idulfitri.

Peran Pemain Senior Jadi Panutan

Nama-nama seperti Irsyad Maulana diharapkan dapat menjadi contoh bagi pemain lain dalam menjalankan program latihan mandiri. Pengalaman dan profesionalisme pemain senior sangat dibutuhkan untuk menjaga semangat tim selama masa libur.

Dengan adanya figur-figur berpengalaman, tim pelatih optimistis seluruh pemain dapat menjalankan program yang telah disusun dengan baik.

Posisi Klasemen Masih Rawan

Saat ini, Semen Padang FC masih berada di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi 20 poin. Posisi tersebut membuat mereka berada dalam tekanan karena berpotensi terdegradasi jika tidak segera memperbaiki hasil.

Persaingan di papan bawah juga sangat ketat. Sejumlah tim seperti PSM Makassar, Persijap Jepara, Persis Solo, Madura United, hingga PSBS Biak juga tengah berjuang menghindari zona merah.

Dengan kondisi tersebut, setiap poin menjadi sangat berharga bagi Kabau Sirah dalam upaya bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Tren Positif Jadi Modal

Meski berada di posisi yang belum aman, performa Semen Padang FC dalam beberapa laga terakhir menunjukkan tren positif. Mereka berhasil meraih kemenangan 2-0 saat bertandang ke markas PSBS Biak, serta menahan imbang PSIM Yogyakarta dengan skor 0-0.

Hasil tersebut menjadi modal penting untuk menghadapi sisa pertandingan musim ini. Jika mampu menjaga konsistensi, peluang untuk keluar dari zona degradasi tetap terbuka lebar.

Tantangan Berat Menanti

Usai libur Idulfitri, Semen Padang FC akan langsung menghadapi ujian berat dengan menjamu Persib Bandung di Stadion Haji Agus Salim pada 5 April mendatang.

Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit mengingat Persib Bandung merupakan salah satu tim papan atas dengan kualitas pemain yang mumpuni.

Bagi Semen Padang, laga ini menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka mampu bersaing dan keluar dari tekanan.

Profesionalisme Jadi Penentu

Pelatih Imran Nahumarury menekankan bahwa kunci utama dalam menghadapi situasi ini adalah profesionalisme para pemain. Ia percaya bahwa sebagai pemain profesional, anak asuhnya memahami tanggung jawab untuk menjaga kondisi tubuh, bahkan saat sedang tidak berada di bawah pengawasan langsung tim pelatih.

Disiplin dalam menjalankan program latihan, menjaga pola makan, serta istirahat yang cukup menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan.

Penutup

Libur Idulfitri bukan menjadi alasan bagi Semen Padang FC untuk menurunkan intensitas persiapan. Justru di momen inilah komitmen dan kedisiplinan pemain diuji.

Dengan program latihan mandiri yang terarah serta kesadaran profesional yang tinggi, Kabau Sirah diharapkan mampu kembali dengan kondisi terbaik dan melanjutkan perjuangan di sisa kompetisi dengan hasil yang lebih maksimal.

Sembilan pertandingan tersisa akan menjadi penentu nasib mereka. Dan semua itu dimulai dari bagaimana mereka menjaga kebugaran hari ini.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.