Kekalahan tersebut memicu reaksi keras dari kubu Persijap. Pasalnya, tim berjuluk Laskar Kalinyamat itu merasa dirugikan oleh sejumlah keputusan wasit, terutama dua gol yang dianulir dan dinilai menjadi titik krusial dalam jalannya pertandingan.
Manajemen dan tim pelatih Persijap menilai keputusan tersebut tidak adil serta berdampak langsung pada hasil akhir laga. Dua gol yang sempat tercipta dinyatakan tidak sah setelah wasit berkonsultasi dengan asisten, yang kemudian memicu protes keras dari pemain dan ofisial tim tamu.
“Kami sangat kecewa. Dua gol dianulir dan menurut kami keputusannya meragukan. Ini pertandingan penting dan hasilnya sangat memengaruhi posisi kami,” ujar perwakilan tim Persijap usai laga.
Di atas lapangan, Persijap tampil berani meski bermain di kandang lawan. Mereka beberapa kali merepotkan lini pertahanan Arema FC dan bahkan sempat merayakan gol yang akhirnya dibatalkan. Arema sendiri mencetak satu-satunya gol kemenangan melalui skema serangan efektif yang mampu dimaksimalkan dengan baik.
Meski demikian, kubu Persijap menegaskan protes mereka tidak ditujukan kepada Arema FC sebagai lawan, melainkan murni terhadap kinerja perangkat pertandingan. Pihaknya mempertimbangkan untuk menyampaikan laporan resmi kepada operator liga agar insiden serupa tidak kembali terulang.
Kekalahan ini membuat Persijap gagal menjauh dari papan bawah klasemen, sementara Arema FC berhasil mengamankan poin penuh di hadapan pendukungnya sendiri. Laga tersebut pun meninggalkan catatan evaluasi, tidak hanya bagi tim, tetapi juga bagi kualitas kepemimpinan wasit di kompetisi.
Persijap kini diminta segera mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya, sembari berharap adanya kejelasan dan perbaikan dari otoritas liga demi menjaga keadilan dan sportivitas kompetisi.
Post a Comment